Kamis, 04 November 2010

Proyek Bangunan Yang Memakan Waktu Lama

Coliseum

The Coliseum dibangun sebagai perayaan kemenangan militer. Pembangunannya diperkirakan melibatkan antara 50,000 s’d 80,000 pekerja. Dengan tinggi sepanjang 157 kaki dan panjang 620 kaki The Coliseum merupakan salah satu kehebatan bangsa Romania dalam ilmu arsitektur. Proyek ini memakan waktu selama 10 tahun


Kuil Parthenon


The Parthenon dibangun diatas bukit Acropolis, Athena, pada abad ke lima sebelum masehi. Proyek bangunan terpanjang ini dibangun sebagai kuil untuk menyembah dewa Athena. Proyek ini memakan waktu selama 17 tahun


Piramid Giza


Bangunan kuno Mesir ini adalah salah satu bangunan yang terkenal di dunia. Dibangun pada 2500 sebelum masehi, bangunan buatan manusia tertinggi didunia sebelum adanya menara Eiffel di Paris ini memakan waktu sampai dengan 20 tahun


Katedral York Minster


Dibangun pada tahun 1220, konstruksi bangunan ini tidak terselesaikan sampai dengan tahun 1472. Bangunan ini dibangun dengan teknik dan peralatan dari jaman pertengahan, butuh waktu sampai dengan dua abad agar bangunan ini terselesaikan dengan sempurna.


Chichen Itza


Berlokasi di negara Meksiko, Chichen Itza merupakan salah satu peninggalan bangsa Maya. Dibangun dari tahun 600 sebelum masehi proyek bangunan dengan ketelitian perhitungan matematika tingkat tinggi ini menghabiskan waktu selama 400 tahun.


Angkor Wat


Dibangun pada pertengahan abad ke 12 oleh kekuasaan Khmer di negara Kamboja, bangunan ini dibangun sebagai penghormatan kepada dewa Vishnu. Dibutuhkan waktu 418 tahun untuk menyelesaikannya


Stonehenge


Tidak ada seorangpun yang mengetahui secara pasti kapan bangunan ini dibangun, Stonehenge adalah salah satu proyek konstruksi yang banyak membuat orang heran akan proses pembuatannya. Setiap batu memiliki berat lebih dari empat ton dan ditarik sepanjang 240 mil dari Wales utara sampai dengan Wiltshire Inggris. Proyek ini memakan waktu selama 1,600 tahun


Tembok Besar Cina


Dimulai semenjak 2000 tahun yang lalu, dan masih dibangun selama abad ke 16, Tembok Besar Cina merupakan sebuah simbol kejayaan kekuatan militer kekaisaran pada masanya. Diperkirakan ada sekitar dua sampai dengan tiga juta orang meninggal selama proses pembangunannya. Proyek ini memakan waktu lebih dari 2000 tahun

Selengkapnya...

Skinput Gadgete Mengubah Tangan Menjadi Layar Sentuh

Skinput Gadgete Mengubah Tangan Menjadi Layar Touch Screen. Pengembang di Microsoft Research dan Carnegie Mellon University bekerja sama untuk membuat gelang tangan yang dipasang langsung di tangan anda. Mereka telah menggabungkan proyektor mini yang untuk mengubah tampilan dengan sensor yang canggih yang dapat membedakan mana bagian dari lengan Anda yang ditekan. Para peneliti menyatakan Skinput dapat digunakan untuk mengontrol perangkat audio, bermain game sederhana seperti Tetris, membuat panggilan telepon dan menavigasi sistem browsing yang sederhana.


Skinput dapat menyelesaikan masalah pada layar yang tidak rata


Gambar menunjukkan bagaimana skinput dapat mengenali nomor telephon yang sedang diketik di telapak tangan

Chris Harrison peneliti dari Carnegie Mellon University mengatakan kepada Mail Online: “Ini adalah teknologi yang mutakhir dan kita sebenarnya melihat masa depan di sini. “Proyek ini berjalan sangat baik dan saya pikir Anda akan mulai melihat interface tersebut muncul dalam lima tahun ke depan.” Gadget secara efektif akan mengubah lengan ke permukaan layar sentuh dengan mengambil berbagai suara ultra-rendah yang dihasilkan ketika Anda menekan tangan anda.

Lokasi kulit yang berbeda secara akustik berbeda karena kepadatan tulang dan efek penyaringan dari jaringan lunak dan sendi. Tim kemudian menggunakan perangkat lunak yang cocok dengan frekuensi suara lokasi kulit secara spesifik. Jika prototipe tidak bergantung pada lengan, akan menggunakan teknologi nirkabel seperti Bluetooth untuk mengirimkan perintah ke perangkat yang dikendalikan, seperti ponsel, iPod, atau komputer.



Penelitian menunjukkan bahwa kulit kita sangat sempurna untuk dijadikan display

Dalam tulisan makalah untuk Microsoft Research, Chris Harrison, Desney Tan dan Dan Morris, berkata: “kulit bagaikan sebuah input kanvas tetapi sering diabaikan padahal selalu kemana mana bersamanya. ‘Selanjutnya, perasaan kita bagaimana caranya agar tubuh kita dikonfigurasi dalam ruang tiga dimensi memungkinkan kita untuk secara akurat berinteraksi dengan tubuh kita secara bebas. “Kita dapat dengan mudah menjentikkan jari-jari kita masing-masing, menyentuh ujung hidung kita, dan bertepuk tangan tanpa bantuan visual.”





Sensor menangkap dua jenis sinyal akustik dimana gelombang transversal diciptakan oleh permukaan kulit dan gelombang longitudinal yang berjalan melalui jaringan lunak lengan dan melewati tulang. Saat ini, detektor akustik dapat mendeteksi lima lokasi kulit dengan akurasi 95,5 persen, yang akan cukup digunakan untuk aplikasi smartphone.


The prototype armband dapat dipadukan dengan MP3 player digunakan untuk memilih lagu dan mengatur volume




Mr Harrison mengatakan kepada Mail Online: “Kami berhasil memperoleh ketepatan yang baik di laboratorium dengan sekitar satu kesalahan dari 20 tombol yang ditekan, semua mirip dengan apa yang mungkin Anda temukan di sebuah iPhone keyboard.” Dua puluh sukarelawan yang telah diuji mengatakan mereka merasa mudah untuk menavigasi. Para peneliti menambahkan bahwa Skinput juga bekerja dengan baik ketika pengguna sedang berjalan atau berlari.

Mr Harrison berkata: ‘Salah satu contoh pemutar audio pada lengan atas. Mungkin tidak memiliki tombol sama sekali, dan hanya menggunakan kulit sebagai tombol touch screen. “Kemudian, Anda tekan jari-jari Anda untuk maju ke lagu berikutnya, mengubah volume, atau menghentikan sementara lagu. ” Para peneliti berencana untuk mempresentasikan hasil kerja mereka pada bulan April di Pertemuan Computer-Human Interaction di Atlanta, Georgia.
Selengkapnya...

Efek Samping Pemakaian Sandal Crocs

Sandal / sepatu merk ini banyak di gemari anak muda maupun dewasa belakangan ini. Walaupun harganya mahal, tetap saja sandal ini menjadi incaran banyak kalangan.

CROCS merek sepatu baru asal Colorado dari Negeri Paman Sam ini mulai berdiri sejak tahun 2002 pada mulanya didesain untuk kegiatan outdoor dan berlayar. Ini karena Crocs terbuat dari karet yang anti-slip dan pastinya tahan air sehingga mudah untuk dikeringkan karena berbahan dasar Croslite yang anti-bacteria.



Crocs sangat ringan, empuk dan nyaman maka seiring waktu sepatu ini juga digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Dengan cepat Crocs maupun tiruannya KW nya tersebar di seluruh dunia. Yang aspal (asli palsu / tiruan) saja nyaman apalagi yang aslinya!

Namun kini sepatu sejenis Crocs dan Flip-Flops sedang dalam penelitian ulang, akibat sejak 2006 banyak laporan kecelakaan terjepit di escalator. Korbannya sebagian besar anak-anak. Memang karena sifatnya yang anti-slip sepatu ini terasa seret, dan ketika penggunanya berada escalator mereka sering tidak sadar menempelkan kakinya pada pinggir escalator, akibatnya sepatu itu tersangkut, sedangkan escalator jalan terus. Di Negeri asalnya pun ada peringatan, “If you’re wearing Crocs, Be Careful”

Kejadian ini paling sering terjadi Mall2, banyak anak kecil yang tersangkut escalator dan setelah diperhatikan semua korbannya menggunakan sepatu karet ini. Pengelola kini memasang peringatan untuk tidak menggunakan sepatu karet di setiap escalator yang gambarnya mirip Crocs, petugas pun disebar di dekat escalator agar tidak terjadi kecelakaan serupa. Sedangkan di Bandung baru BIP saja yang memasang peringatan ini.



Rumah sakit di beberapa negara telah mulai melarang penggunaan Crocs. Salah satu keprihatinan adalah risiko infeksi ketika darah dari seorang pasien yang sedang sakit jatuh pada kaki seseorang melalui Crocs yang berlubang di atasnya. Selain itu ada pula pertanyaan-pertanyaan mengenai apakah Crocs bisa menarik listrik statis yang dapat mengganggu peralatan medis.

gambar sandalnya kesangkut







Selengkapnya...

Spesies Baru Ikan Hantu dari Palung Sedalam 7 Km

Spesies baru snailfish, jenis ikan laut dalam yang bergerak lambat seperti siput, berhasil terekam dengan kamera bawah air. Tubuhnya yang berwarna putih seluruhnya, ikan tersebut bak hantu saat ditemukan sedang berenang di kegelapan samudra pada kedalaman 7 km di palung laut perairan Peru-Cile, Samudra Pasifik bagian tenggara.
http://www.arcodiv.org/IPY_cluster/Snail_fish_400x300.jpg

"Hal yang menggoda adalah kita punya foto yang sangat jelas dari spesies itu," kata Monty Priede, Direktur Oceanlab di Universitas Aberdeen, Skotlandia. "Tidak seorang pun yang pernah melihat ini sebelumnya, dan itu tak pernah ditangkap kamera sebelumnya."

Snailfish merupakan jenis vertebrata atau hewan bertulang belakang yang hidup di perairan paling dalam. Penemuan teranyar ini menguatkan bukti bahwa banyak hewan laut dalam yang tahan terhadap kondisi ekstrim seperti suhu rendah dan tekanan tinggi.

Rekor snailfish yang paling dalam ditemukan adalah pada palung di perairan Jepang yang direkam pada tahun 2008 di kedalaman 7,7 km.


Hidup begitu jauh di bawah air, spesies yang berukuran panjang 15 cm itu mampu menahan tekanan tinggi yang setara dengan 1.600 gajah yang berdiri di atas minicooper.

"Pada level molekuler dan detail biokimianya, spesies tersebut sangat adaptif dengan lingkungannya yang bertekanan tinggi," ucap Priede, menerangkan kemampuan spesies tersebut untuk bertahan di kedalaman laut.
http://oceanexplorer.noaa.gov/explorations/05arctic/background/deepseafauna/media/snailfish_600.jpg
Ikan tersebut merupakan salah satu spesies baru yang ditemukan dalam ekspedisi hasil kerja sama antara Oceanlab Universitas Aberdeen Skotlandia, National Institute of Water and Atmospheric (NIWA) Selandia Baru, dan Universitas Tokyo Jepang baru-baru ini.

Selama tiga minggu ekspedisi, tim peneliti berhasil menangkap 6.000 gambar di palung berkedalaman 4.500 hingga 8.000 meter. Selain menemukan spesies tersebut, para peneliti juga menemukan sejumlah besar amphipod, cusk eel (sejenis belut), dan crustacea (udang-udangan) pemakan bangkai. Selengkapnya...

Korea Berhasil Kembangkan Kamera Tembus Pandang

http://www.surya.co.id/images/2009/10/kamera.jpg

Hasrat manusia yang ingin melihat objek yang tidak terlihat dengan mata telanjang, nampaknya tidak menjadi masalah saat ini. Sebagai contoh yang nyata, hobi menonton film dapat menjadi kesempatan untuk memenuhi hasrat manusia yang ingin mengintip kehidupan orang lain.
Oleh karenanya, dunia ilmiah terus melakukan petualangan untuk menuntaskan tuntutan hidup manusia itu melalui pengembangan peralatan yang dapat tembus pandang. Korea Selatan baru-baru ini berhasil mengembangkan kamera tembus pandang yang dapat menerobos baik bagian dalam baju maupun obyek di dalam kabut. Pengembangan kamera gelombang milimeter untuk yang ke-dua kalinya di dunia

Suatu lembaga riset Korea Selatan pada tanggal 19 Oktober lalu di kota Yongin, propinsi Kyeonggi, menyelenggarakan presentasi tentang kemampuan MIRAE, Milimeter-Wave Imaging Radiometer Equipment, atau sejenis kamera yang mampu mendeteksi gelombang milimeter sehingga tembus pandang.
Dalam presentasi itu, MIRAE berhasil menangkap secara tepat posisi dan garis bentuk sebuah mobil yang berada di belakang layar tebal. Sementara itu, kamera biasa dan kamera sinar infra merah gagal menangkap posisi dan garis bentuk mobil itu. Disamping itu, kamera tembus pandang itu mampu mengambil imaji nyata obyek yang berada di dalam jilatan api dan asap kebakaran serta berhasil mendeteksi sebuah pistol yang disembunyikan di dalam baju. Menurut lembaga tersebut, mereka berhasil mengembangkan kamera tembus pandang itu setelah mencurahkan usahanya selama 3 tahun terakhir. Hal ini merupakan keberhasilan kedua di dunia.
Rahasia gelombang milimeter
Gelombang milimeter merupakan kunci utama bagi pengembangan kamera tembus pandang. Teori tembus pandang menerapkan penggunaan gelombang sinar di luar areal sinar tampak yang tidak dapat dilihat atau dirasakan oleh manusia. Melalui proses penampilan imaji gelombang milimeter yang relatif panjang dibandingkan dengan gelombang sinar tampak dan sinar infra merah, kita dapat melihat objek yang berada dalam keadaan samar-samar akibat adanya penghalang.
Kamera gelombang milimeter dapat mengambil imaji obyek, melalui penerimaan gelombang milimeter yang dipancarkan langsung dari obyek itu secara alamiah. Penggunaan kamera ini tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia. Apakah kamera sinar infra merah dan sinar-X yang sudah lama dipakai dalam kehidupan manusia, mampu tembus pandang?

Sinar yang mampu menembus penghalang.

Kita mampu melihat dengan tembus pandang melalui perubahan sinar infra merah yang dipancarkan dari tubuh kita secara alamiah menjadi sinar tampak, seperti halnya kamera sinar infra merah, meskipun kita tidak dapat melihat obyek di luar jangkauan sinar infra merah dan sinar ultra ungu. Sinar infra merah memiliki gelombang panjang dapat menembus baik kain baju maupun kegelapan untuk mencari posisi obyeknya. Fungsi itu sekarang diterapkan untuk melancarkan kegiatan SAR. Ditambah lagi, sinar-X di lapangan terbang digunakan untuk mendeteksi apa yang disembunyikan dalam balik pakaian atau tubuh manusia dalam rangka mencegah hal-hal yang tidak diharapkan dalam perlindungan keamanan penumpang.

Dalam edisi baru-baru ini, majalah ilmiah Inggris, New Scientist memperkenalkan 10produk ilmu pengetahuan yang dapat mengubah pola kehidupan manusia secara besar-besaran dalam 30 tahun mendatang. Dalam produk tersebut, ada alat yang dapat kita gunakan untuk melihat sebuah benda yang disembunyikan, seperti halnya seorang Superman.

Dengan kata lain, dunia ilmu pengetahuan dan teknologi internasional kini berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan teknologi tembus pandang. Tim riset Universitas Utah, Amerika Serikat berhasil mengembangkan teknologi yang dapat mengejar dan menangkap gerak-gerik manusia atau benda dibalik dinding tebal dengan alat pemancar radio tanpa kabel, dengan menerapkan metode pengambilan imaji vertikal tanpa kabel, atau RTI.



Angkatan darat Amerika Serikat juga berhasil mengembangkan teknologi LifeReader, yakni peralatan tanpa kabel yang dapat memonitor detak jantung dan pernapasan dalam waktu bersamaan terhadap sekelompok manusia. Ditambah lagi, sebuah teknologi canggih juga dikembangkan untuk mentransfer informasi yang dikumpulkan oleh kamera digital mini pada kaca mata yang dikenakan oleh tuna netra kepada elektroda yang dicangkokkan pada lidah tuna netra itu. Dengan kesimpulan, dalam waktu tidak lama lagi, pengembangan ilmu pengetahuan.
Selengkapnya...